Saturday, April 23, 2011

Pelajar Pesta Seks Setelah Selesai UN

Usai UN, Pelajar Pesta Seks, Ratusan Kondom Berserakan

MEDAN-PM-Pasca Ujian Nasional (UN) Kamis (21), ratusan pelajar SMA memadati tempat-tempat rekreasi di Medan, Deliserdang hingga Binjai. Sayang, cara mereka dilampiaskan dengan cara kurang terpuji karena pesta seks di tempat-tempat rekreasi.

Buktinya, selain menangkap pasangan pelajar yang sedang bermesum ria, di sejumlah tempat rekreasi juga ditemukan ratusan kondom bekas pakai yang dibiarkan berserakan. Bahkan, beberapa di antaranya masih dikerubuti semut.

Kamis petang, Polsek Pancur Batu berhasil mengamankan dua pasang pelajar Kota Medan, yang kedapatan sedang mesum ria di gubuk kitik-kitik, di salah satu pemandian alam Tuntungan, tepatnya di Pulo Sari.

Keterangan yang diperoleh, dua pasang pelajar yang baru usai melaksanakan Ujian Nasional Tahun ajaran 2010/2011 tersebut berinisial, I, A dan P, K yang merupakan pelajar ternama di kota Medan. “Dari hasil razia kasih sayang kita laksanakan, ditangkap dua pasang pelajar yang sedang melakukan perbuatan asusila di tampat pemandian alam Tuntungan. Kalau untuk nama pelajar dan sekolahnya kita inisialkan saja ya, nanti malu mereka dan sekolahnya,” ujar Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu, AKP Fhaidir, Jumat (22/4) siang.
Setelah diperiksa dan orangtua mereka masing-masing dihadirkan. Kedua pasang remaja tersebut diizinkan pulang. “Tak ada yang melapor, dan status mereka masih pelajar. Dua pasang pelajar tersebut sudah kita pulangkan,” ucapnya lagi

Dikatakan Fhaidir, razia tersebut sengaja dilakukan untuk mengantisipasi tindak kejahatan yang dilakukan oleh para pelajar yang baru selesai melaksanakan UN. “Kita tahu, pasti pelajar yang berada di Kota Medan akan merayakan ujian akhir mereka di tempat rekreasi. Jadi untuk mengantisipasi peningkatan kenakalan pelajar, kita sudah mengantisipasinya dengan razia kasih sayang,”bebernya.

Sementara itu di Binjai, pasca aksi coret pelajar yang usai mengikuti UN di dalam kota, mereka menyerbu sejumlah tempat pemandian di sekitar Kota Binjai. Aksi mesum diduga dilakukan para pelajar di kawasan rerimbunan pohon dan gubuk-gubuk yang disediakan pengelola. Menurut A Ginting (32), salah seorang warga yang mengelolah pantai di Kota Binjai mengaku, aksi coret coret para siswa banyak sekali dilakukan di lokasi pantainya. Bahkan, kata pria ini, dirinya menemukan seratusan kondom bekas pakai yang berserak di lokasi tersebut. “Kemungkinan besar, selain mencoret seragam sekolahnya, para siswa ini, juga melakukan hubungan suami istri. Sebab, saya melihat banyak alat kontrasepsi berserakan,” ujarnya sambil menunjukkan kondom-kondom tersebut di tempat sampah. Ditambahkan A Ginting, meski dirinya tidak melihat secara langsung hubungan suami istri yang dilakukan siswa tersebut. Akan tetapi, disayangkan jika hal itu benar terjadi. Dimana, para siswa yang berkunjung ke pantainya itu melakukan hubungan seks di luar nikah.

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumut, Agus Sanjaya mengaku, rusaknya moral sebahagian pelajar di Binjai merupakan tanggung jawab bersama. “Karena itu, dimeminta kepada berbagai kalangan untuk mendukung Polres Binjai, yang gencar melakukan Operasi Kasih Sayang demi pembinaan terhadap para siswa di Binjai agar moral mereka bisa menjadi baik,”ujar Agus.

Menyikapi hal ini, Kadis P dan P Kota Binjai Drs Anang Wibowo mengaku, telah melakukan upaya dengan memberikan himbauan ke sekolah-sekolah. Bahkan, pihaknya saat ini telah melakukan pengamatan terkait pelajar melakukan aksi coret-coret dan hubungan suami sitri tersebut. “Dari jauh hari kita telah melakukan himbauan ke sekolah yang da di Binjai ini untuk tidak melakukan aksi coret coret. Bahkan, saat ini kita sedang melakukan pantauan ke para siswa tersebut,”ujarnya.

Sebelumnya, Unit PPA Polres Binjai mengamankan pasangan pelajar yang kedapatan berduaan di Pantai Kenangan Kota Binjai. Kedua pasangan ini digaruk ketika sedang bercumbu. Kemudian, keduanya diboyong ke Polres Binjai untuk kemudian diberikan pengarahan. Selanjutnya dipulangkan setelah kedua orang tua mereka menjemputnya.

0 comments:

Post a Comment