Showing posts with label Business. Show all posts
Showing posts with label Business. Show all posts

Sunday, May 1, 2011

Medan, FPPBI Tolak Aksi Buruh Gerak Jalan Dengan Rahudman

Massa dari Front Persatuan Pembebasan Buruh (FPPBI) Sumut melakukan orasi keliling dilapangan merdeka, Minggu (1/5).

MEDAN - Ratusan massa dari Front Persatuan Pembebasan Buruh (FPPBI) Sumut melakukan orasi keliling dilapangan merdeka, namun mereka enggan ikut berkecimpung didalam Lapangan Merdeka bersama organisasi buruh lainnya. Mereka menganggap buruh yang berada didalam Lapangan Merdeka telah berkhianat dengan perjuangan buruh.

"Kita akan Keliling di Lapangan ini, untuk merusak konsentrasi buruh yang gerak jalan. Kita tidak mau ikut memperingati hari buruh dengan Rahudman, karena itu adalah penghianatan terhadap perjuangan buruh. Masak dengan gerak jalan, masih banyak lagi tugas perjuangan harus diselesaikan. Apalagi Rahudman adalah tersangka koruptor," teriak seorang orator FPPBI.
Dengan menggunakan odong-odong serta sebagian berjalan kaki, mereka berkeliling di seputaran Lapangan Merdeka, dan berorasi disetiap pintu masuk Lapangan Merdeka Medan.

Mereka mengatakan buruh yang memperingati hari buruh bersama-sama Rahudman dibodoh-bodohi.

"Mereka adalah serikat buruh gadungan," teriak mereka.

Saturday, April 30, 2011

Atribut Partai Dibakar, Massa dan Polisi Nyaris Bentrok

Medan,Ketua Golkar di Usir Kader

MEDAN-Kepemimpinan Andi Achmad Dara sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sumut mulai diuji. Hari pertama berkantor di Gedung Partai Golkar Sumut di Jalan KH Wahid Hasyim dan berkoordinasi dengan pengurus DPD Golkar lain, Jumat (29/4), Andi Achmad Dara didemo puluhan pria pendukung Syamsul Arifin.
Para Kader Golkar itu mempertanyakan kebijakan DPP melengserkan Syamsul dan menolak kepemimpinan Andi yang akrab disapa Adey itu di Golkar Sumut. Mereka juga minta Adey dan pengurus DPP Golkar lain kembali mendudukkan gubernur Sumut nonaktif itu sebagai Ketua DPD Golkar Sumut.

Massa pendukung Syamsul itu juga menuding Adey sebagai pengacau situasi kondusif Partai Golkar di Sumut. “Jangan kau obok-obok Golkar di Sumatera Utara ini,” teriak para pengunjuk rasa.

Massa menuangkan kemarahanya dan meminta agar Adey kembali ke Jakarta. “Hai kau orang Jakarta, jangan kau kacaukan Golkar Sumut ini. Hidup Syamsul…,” teriak para pengunjuk rasa lagi.

Situasi sempat tegang disaat para pengunjuk rasa membakar atribut partainya dan mengancam membakar kaos berlambang pohon beringin itu jika Adey tidak menemui mereka. “Kami minta kepada ketua agar datang kemari menemui kami… Jika tidak, kami akan membakar atribut ini serta membakar kaos yang kami gunakan ini. Cepat ketua, segera temui massa aksi,” teriak para pengunjuk rasa.

Para pengunjuk rasa bahkan nekat menerobos penjagaan ratusan personel polisi untuk masuk ke gedung bercat kuning itu. Pendemo nyaris bentrok dengan aparat keamanan dari Polresta Medan dan Polsekta Medan Baru untuk mengantisipasi aksi anarkis massa. Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga juga datang sebentar memantau kondisi di lokasi.

Massa yang sejak pukul 15.00 WIB berada di pelataran kantor Golkar itu, akhirnya diterima langsung Plt DPD Golkar Sumut. Setelah pertemuan tertutup dengan Adey para delegasi itu keluar tanpa sepatah kata pun, membisu.

Plt Partai Golkar itu Andi yang dikabarkan akan memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan yang sejak lama ditunggu, malah buru-buru memasuki mobilnya tanpa berkomentar apapun, “Awas, bapak mau lewat…. Itu Pak langsung ke mobil saja,” ujar ajudanya sembari membuka pintu mobilnya BP 118 N warna hitam.

Sebelumnya, Adey menjanjikan tidak akan merancang pelaksanaan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) untuk merombak susunan kepengurusan, termasuk memilih ketua Golkar Sumut defenitif.

“Musdalub atau apa pun namannya, tidak ada itu. Saya tidak bertugas untuk mengantarkan Musdalub. Saya hanya membantu memenej organisasi partai kita di Sumut,” ujar Andi Achmad Dara saat dihubungi Sumut Pos, kemarin (28/4).

Politisi asal Sumatera Selatan itu menjelaskan, langkah yang akan segera dilakukan sebagai Plt ketua Golkar Sumut, dirinya akan secepatnya melakukan konsolidasi. Langkah ini dianggapnya penting mengingat persiapan menghadapi pemilu 2014 harus dilakukan sejak sekarang.

“Targetnya menambah kekuatan Golkar di Sumut, minimal mempertahankan yang sudah diraih dalam pemilu 2009. Tidak ada pemikiran aneh-aneh seperti Musdalub. Semua untuk kepentingan partai,” terang koordinator pemenangan pemilu wilayah Sumatera DPP Golkar itu.

Kader Lompat Partai
Sejak Syamsul Arifin dilengserkan dari posisi Ketua DPD 1 Golkar Sumut, berbagai isu bermunculan. Mulai dari perpecahan di internal partai hingga aksi loncat partai yang dilakukan para kader.

Isu yang santer terdengar, banyak kader partai beringin yang mengincar Partai Demokrat untuk tempat berlabuh. Sementara itu, Ormas Nasional Demokrat (Nasdem) yang baru saja resmi mendaftar sebagai parpol peserta Pemilu 2914, menjadi salah satu pilihan berpindah haluan.

Kendati demikian, anggota Fraksi Golkar DPRD Sumut Isma Fadly Ardhya Pulungan enggan berkomentar. “Saya tidak tahu ada isu itu,” katanya mengelak. Nah, apakah hal ini pertanda Golkar Sumut pecah? pria yang duduk sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Sumut ini tak mau enggan menjawabnya.

Wakil Sekretaris DPD 1 Golkar Sumut Sabar Syamsurya Sitepu juga membantah ada perpecahan di tubuh Golkar Sumut dan kemungkinan kader lompat partai. “Masih solid, yang suka pindah-pindah partai itu kutu lomcat namanya. Di Golkar tidak ada,” tegasnya.

Analis politik asal Universitas Sumatera Utara (USU), Ridwan Rangkuti, behkan melihat keinginan kader Golkar untuk pindah ke partai lain merupakan sebuah yang merugikan. Merugikan misalnya, kalau lompat ke Demokrat, dipastikan tidak akan ada jabatan yang akan dipegang.

Karena, Demokrat telah melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda). Sementara, untuk Nasional Demokrat (Nasdem) belum tentu akan menjadi Parpol. Karena sampai saat ini masih dalam proses verifikasi. Dan dari proses tersebut belum tentu juga, Nasdem akan menjadi Parpol.

“Sebelum Syamsul Arifin diberhentikan sementara, memang sudah banyak yang berpindah. Namun, kalau kader pindah karena Syamsul Arifin diberhentikan, apakah itu menguntungkan? Kalau ke Demokrat, (posisi) sudah penuh, sementara Nasdem saat ini masih dalam pencarian konsep,” jelasnya.

Ridwan Rangkuti melihat tak ada pengaruh signifikan pelengseran Syamsul dari posisi Ketua DPD Golkar dengan hasil pilgubsu 2013 mendatan dan pada Pemilu 2014.

“Golkar adalah partai yang matang pengalaman, pergantian pimpinan tidak akan memberikan perubahan atau pengaruh yang terlalu besar. Mengenai suara, Golkar punya Tri Sukses yakni, Sukses Pemilu 2014, Pilkada 2013, dan Sukses pengkaderan. Dan ini tidak dimiliki yang lainnya, termasuk Nasdem,” terangnya.

Friday, April 29, 2011

Pemikat Gabung NII, Tinggal Pilih Gadis Cantik

Kapolda Jatim Irjen Untung Suharsono Radjab (kiri tidak bertopi) didampingi mantan Mendiknas Prof Dr Malik Fadjar (kanan batik kuning) dan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr Muhadjir Effendy keluar dari Gedung Rektorat UMM menjelang pertemuan dengan para korban penipuan NII (Negara Islam Indonesia.)


Negara Islam Indonesia (NII) disebut menarik minat calon korbannya dengan memberikan kebebasan untuk memilih gadis cantik sebagai calon istri. Gadis-gadis cantik itu dapat dilihat saat acara pengajian khusus komunitas NII.

Keterangan ini disampaikan seorang pria dari Surabaya, Jawa Timur, berinisial AB. Ia kali pertama mengenal NII pada April 2000 beberapa saat setelah lulus dari STM Negeri di Surabaya. AB mengaku diajak teman sekolahnya untuk mengikuti sebuah pengajian yang banyak diikuti perempuan cantik.

Teman AB sudah menjadi pengikut NII dan telah berganti nama menjadi Ridwan. Tanpa berpikir panjang, AB pun menyambut ajakan temannya mengikuti forum pengajian di sebuah rumah di kawasan Rangkah, Surabaya, yang terdapat plakat nama perguruan silat di atasnya.

Saat pengajian itu, AB langsung ditawari beberapa perempuan pengikut NII untuk memilih salah satu di antara mereka.

"Jika saya tertarik, maka saat itu juga dijanjikan langsung dinikahkan dengan wanita pilihan saya," ujar AB, kini berusia 29 tahun, dan tinggal di kawasan Surabaya selatan, Jumat (29/4/2011) petang, kepada Kompas.com.

Seperti halnya korban NII lain, AB juga menjalani proses "cuci otak" setelah bergabung. Dalam proses tersebut, mubalig yang menangani AB menjelaskan konsep Islam dan negara menurut NII. Tidak lupa, AB pun dimintai uang mahar senilai Rp 1 juta.

"Karena tidak punya uang, saya disuruh jual kendaraan roda dua yang saya miliki, tetapi saya menolak. Akhirnya saya terpaksa mengamen untuk mengumpulkan uang mahar itu," kata pria yang akan dijadikan polisi NII karena posturnya yang tinggi besar itu.

Semakin hari, AB merasa tidak nyaman dengan NII. Selain banyak ajaran yang tidak bisa dia terima, aktivis NII juga kerap mendatangi rumahnya untuk menagih uang mahar. AB lantas punya niat untuk keluar dari NII.

Namun, selalu saja dihantui ancaman bahwa siapa pun yang membelot dari komunitas itu akan dihukum pancung. Pergulatan batin antara ingin keluar dan bertahan itu berlangsung lama. Akhirnya, AB memutuskan keluar dari NII tanpa takut ancaman hukum pancung.

Source

Sunday, April 24, 2011

Kantor Gubernur Dikirim Paket Mencurigakan, Disangka Bom, Rupanya Tinja

BANDA ACEH- Sebuah kotak mencurigakan, meenggemparkan warga di sekitar Kantor Gubernur Aceh Jl. Teuku Nyak Arif, Banda Aceh. Kotak yang diletakkan seorang pengendara sepeda motor kemarin (24/4) dinihari sekitar pukul 01.00 WIB. Awalnya, bungkusan dibalut kertas putih itu, disangka bom.

Warga makin khawatir saat melihat tim penjinak bahan peledak (Jihandak) Brimob Polda Aceh mendatangi lokasi. “Bapak-bapak yang tidak berkepentingan saya minta menjauh,” kata seorang petugas Jihandak, meminta mundur ratusan warga, saat mereka sedang menangani paket itu di halaman Kantor Gubernur. Setelah dibuka ternyata isinya bukanlah bom, melainkan kotoran manusia yang dibalut dengan kain merah putih. Walahh...

Informasi dihimpun di lokasi temuan menyebutkan, paket yang dibalut dengan kertas diletakkan oleh seseorang di dekat pintu gerbang masuk ke halaman Kantor Gubernur Aceh, Sabtu kemarin sekira pukul 14.40 WIB. Aktivitas perkantoran libur saat itu, hanya ada Satpam bertugas.

Seorang Satpam yang sempat melihat langsung aksi itu mengatakan, Edi Darwansyah (40) mengatakan, pelaku seorang diri meletakkan paket itu dan langsung melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor jenis Jupiter. Saat paket diletakkan, motor diparkir di jalan.

“Waktu ke luar dari dalam kantor, mau kembali ke pos, di pintu gerbang saya lihat ada seorang anak muda, pakai helm meletakkan seseuatu kemudian langsung lari pakai motor,” kata Edi.

Bersama Satpam lain, Edi memutuskan mengambil paket itu, setelah beberapa kali melemparnya dengan batu, karena dikira berisi bahan peledak. Setelah berembuk dan menggoyang-goyangnya, akhirnya mereka memutuskan membuka paket itu dan diketahui isinya hanya kain. “Cuma kain kok, maka kami buang ke tempat sampah,” kata dia.

Kabar temuan paket mencurigakan itu akhirnya heboh. Sekira pukul 00.00, sejumlah polisi dari Poltabes Banda Aceh dan tim penjinak bom Brimob Polda Aceh mendatangi lokasi. Di luar pagar, ratusan warga berjejer melihat aksi petugas Jihandak.

Setelah dibuka ternyata paket itu hanya berisi kotoran manusia yang dibalut dengan kain berwarna merah putih. Baunya menyengat, polisi yang mendekati terlihat menutupi hidungnya. “Bau,” kata seorang petugas Polresta. Meski begitu, polisi masih berjaga-jaga di Kantor Gubernur Aceh. “Kita terus siaga dan harapkan informasi masyarakat,” ujar Kapolda Aceh, Irjen Iskandar Hasan menyebut barang tersebut bukan bom, tapi barang bekas yang dibungkus kain merah putih.

Thursday, April 14, 2011

Cewek-Cewek Medan Berpotensi Ikuti Kontes Miss Indonesia

Dalam Proses Audisi di Kensengton Creative, talent school di Jl Bukit Barisan,Medan ada sebanyak 25 peserta kontestan.
Peserta dalam jumlah yang hampir sama juga di kantor manajemen Andika Production dan Revo Management sangat berpeluh dan memeras otak .
UKUR TINGGI - Seorang peserta kontes Miss.Indonesia 2011 diukur tinggi badannya oleh panitia penyelenggara audisi di Kensington Creative, Rabu (13/4).



Miss Indonesia memang bukan kontes sembarang. Dari beberapa sisi, kontes ini disetarakan dengan kontes akbar lainnya, Puteri Indonesia. Jika pemenang Puteri Indonesia dikirim mewakili Indonesia ke ajang Miss Universe, maka kampiun Miss Indonesia dikirim pula ke perhelatan Miss World.

Karena itu, bermodalkan tampang saja, misalnya bodi bagus atau wajah yang cantik, masih jauh dari cukup. Wawasan menjadi faktor penilaian yang penting. Pun demikian halnya attitude. Seorang calon puteri haruslah berperilaku yang mencerminkan keputeriannya itu.

Lantas bagaimana potensi wakil-wakil Medan? Walau pun audisi kemarin masih merupakan audisi tahap awal, dua anggota dewan juri, yakni Linda C Banowati dan Eri Sumaryadi menyebut, tahun ini wakil Medan cukup menjanjikan.

"Dewan juri sejauh ini sudah mengantongi beberapa kandidat yang memenuhi harapan, tinggal mengumpulkan data dari tempat audisi lain. Setelah itu mereka akan disaring kembali," kata Rius Suhendra, Manajer Kensington Creative saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Tahapan audisi hari pertama meliputi seleksi berkas, pengisian formulir, pengukuran tinggi badan, wawancara dengan para dewan juri, serta penampilan bakat. Para peserta yang lolos audisi tahap ini akan dihubungi melalui telepon untuk mengikuti penyaringan tahap dua. Wakil Medan akan berkompetisi dengan wakil-wakil dari kota-kota lain pada babak grand final yang berlangsung di Jakarta, Juni 2011 mendatang.

"Cewek-cewek Medan yang ikut tahun ini sepertinya lebih punya peluang untuk bersaing. Mudah- mudahan saja bisa berbicara banyak. Untuk kontes bakat menyanyi kita jagonya. Tapi kalau untuk kecantikan, sudah lama kita tidak menang," kata Rius.

Brankas Olo Panggabean Dibobol

Luar biasa. Setelah tokoh kharismatik Olo Panggabean menjadi almarhum, orang baru berani mengganggu. Tak tanggung, brankas berisi uang dan bundelan surat berharga senilai Rp 2 triliun raib digondol orang dari rumahnya di Jalan Sekip no. 36 Medan yang selama ini dikenal dengan Gedung Putih!

Pembobolan brankas almarhum Olo Panggabean ini disampaikan tujuh dari sembilan ahli waris yang akan menerima harta almarhum, Kamis (11/2), di Jalan Sekip. Hebatnya, aksi pembobolan ini sama sekali tanpa menggunakan kekerasan dengan cara merusak. Brankas itu dibuka dengan menggunakan kuncinya.

Mewakili ahli waris, Hara P Panggabean mengatakan, dua brankas milik Olo Panggabean dibongkar si pemegang kunci yang tak lain abang dari Olo Panggabean.

Kecurigaan ini sangat berdasar. Delapan bulan silam, sepekan setelah Olo Panggabean dikebumikan, seluruh ahli waris bertemu untuk membicarakan harta warisan Olo Panggabean. Saat itu, keluarga sepakat untuk menginventarisir harta di dalam dua brankas tersebut. Setelah dihitung, keluarga sepakat, untuk membuka brankas harus mendapatkan persetujuan dari ahli waris.

Namun, anak Albert M Panggabean abang kandung Alm Olo Panggabean menyampaikan, bahwa ada ahli waris Alm Olo Panggabean yang telah menjual dua unit ganset, sebidang tanah di Belawan, satu unit truk dan ternak lembu, ikan dan ayam di Medan Tuntungan serta mengalihkan satu buah kios No. 110 Blok D di Pasar Petisah.

“Kami baru mengetahui sebulan lalu, kalau harta itu sudah dijual. Makanya kami kumpul dan membuka brankas ini pada Selasa (9/2) dengan memanggil pengacara dan tukang kunci. Tapi setelah dibuka brankas telah kosong,” katanya.

Sebelumnya, kunci brankas dipegang oleh ibu Olo Panggabean. Tapi, karena ibunya pergi ke Jakarta, kunci diserahkan kepada Budi Panggabean. Karena Budi menghargai keluarga tertua, kunci itu lalu diserahkan kepada abang kandung Olo Panggabean yang masih hidup.

“Makanya kami mengetahuinya siapa yang mengambil uang ini. Jadi atas nama keluarga kami akan melaporkan ini kepada pihak kepolisian, sebab jalur kekeluargaan sudah berulang kali dilakukan tidak pernah mau,” tuturnya. Herannya, penjaga rumah Olo Panggabean, Gadod juga ikut raib.

Sebenarnya, keluarga sudah membuat pengaduan ke Polsek Medan Baru. Tapi, laporan ini belum bisa ditanggapi, sebab harta warisan harus ada kesepakatan bersama dan ditunjukkan seluruh tandatangan bukti ahli waris. Karenanya, sekarang ini tujuh keluarga penerima ahli waris dari harta Olo Panggabean menggunakan pengacara Sjafaruddin SH MH dan Irwansyah Gultom.

Pada keterangannya, Sjafaruddin menerangkan, sekitar sepekan setelah Olo meninggal, ada kesepakatan harta yang disimpan dalam dua brankas dihitung bersama. Setelah dihitung, ada kesepakatan bila membuka brankas harus mendapatkan persetujuan dari ahli waris.

Oleh karena itu, bundel warisan yang ada di dalam dua brankas ini belum bissadibagikan karena belum ada persetujuan seluruh ahli warisnya. Olo Panggabean sendiri memiliki 10 saudara. Jika Olo meninggal, maka ada sembilan ahli waris, baik kakak, abang dan adiknya berhak atas ahli waris.
“Bila ada sembilan bersaudara, maka semuanya berhak menerima warisan dan yang berlaku juga hukum nasional di sini,” ucapnya. Irwansyah Gultom menjelaskan, ada unsur melawan hak di sini, pasalnya bila tidak putusan pengadilan terhadap penerima harta warisan maka hal yang dilakukan oleh pengambil harta ini melawan hak. “Tindakannya biaa ke arah pidana,” ucapnya.

Adapun isi brankas milik Olo Panggabean senilai Rp 2 triliun yakni 27 buah cincin berlian masing-masing senilai Rp 4 miliar, jam tangan Rolex lima buah masing-masing senilai Rp 3 miliar, gelang dan kalung emas ditaksir bernilai setengah miliar, surat BPKB mobil sebanyak 29 unit, ditaksir senilai puluhan miliar, uang dalam mata uang euro dan dolar Amerika Serikat berkisar ratusan juta dan handphone Vertu satu unit seharga Rp 400 juta serta buku tabungan yang tidak diketahui nilai tabungannya dan sertifikat tanah.

“Atas nama keluarga Alm Olo Panggabean, kami menyampaikan kepada khalayak ramai agar jangan terlebih dahulu membeli harta atas nama Olo panggabean, sebab sekarang ini kami masih proses pembagian harta warisan,” imbaunya
Tobaonline.com

Syahrani Diundang Retro Medan

MEDAN - Puncak Acara perhelatan ulang tahun Retrospective yang kedelapan akan digelar malam ini, dengan mendatang artis kenamaan ibukota yang sedang naik daun, yakni Syahrini yang akan tampil malam ini, Jumat (8/4) di lantai enam Capital Building, Retrospective entertainment, jalan Putri Hijau, Medan.
Menurut Marketing komunikasi Retro, ALdo mengatakan, Syahrini akan menampilkan sekitar enam sampai delapan lagu. "Ini juga sebagai bentuk apresiasi kami kepada pelanggan kami yang selama ini setia,"katanya.

Saturday, February 26, 2011

TKW PRT Buat Citra Indonesia Buruk

Menurut Ketua DPR Marzuki Alie: TKW PRT Buat Citra Indonesia Buruk

Jakarta - Ketua DPR Marzuki Alie meminta Menaketrans menyetop pengiriman tenaga kerja wanita pekerja rumah tangga (TKW PRT) ke berbagai penjuru dunia. Dia menilai, TKW PRT ini mencoreng citra Indonesia di luar negeri.

"PRT TKW itu membuat citra Indonesia buruk," kata Marzuki dalam diskusi yang digelar Kompas di Plaza Senayan, Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat, Jakarta, Sabtu, (26/2/2011).

Dia menceritakan ketika bertemu Presiden Suriah beberapa waktu lalu, salah satu pembicaraan adalah TKW PRT. Presiden Suriah menjelaskan banyak kasus yang terjadi di Suriah karena kekurangan skill PRT Indonesia sendiri.

"Ada yang tidak bisa membedakan cairan setrika. Akhirnya menggosok baju seenaknya. Makanya majikannya marah. Wajar saja itu setrika menempel di tubuh pembantu," kisah Marzuki.

Dia lalu memberikan contoh lain tentang perilaku PRT TKW. "Ada yang pura-pura gila. Ada yang menggoda anak majikan karena ingin punya anak yang hidungnya mancung. Lalu ketika sudah lahir dan ingin pulang ke Indonesia karena anaknya tidak punya dokumen," tutur Marzuki di depan puluhan audiens ini.

Alhasil, dengan buruknya kualitas PRT ini membuat citra Indonesia tercoreng. Indonesia terkesan negara sangat miskin. Dampaknya, pegawai profesional dari Indonesia dibedakan standar gajinya dengan pekerja profesional negara lain.

"Saya setuju hentikan TKW PRT untuk sementara waktu. PRT sebaiknya tidak kita kirim karena memalukan. Sebaiknya dihentikan. Ini pendapat pribadi," tandas Marzuki.

"Mereka menilai Indonesia berdasarkan PRT, tapi tidak tahu betapa hebatnya bangsa Indonesia," cetus politikus Partai Demokrat ini.

Dia menilai, akar masalah rendahnya skill PRT Indonesia berada di dalam negeri. Seperti dinyatakan tidak cukup umur, lalu menggunakan calo. Belum punya skill, tapi tetapi ngotot berangkat.

"Kita mendorong Menakertans menyetop TKW PRT. Tapi kalau untuk perawat, bidan dan lain-lain silakan," tegas Marzuki.

Wednesday, February 16, 2011

Bensin Dijual dengan harga Rp.25000

Samarinda,Harga Bensin Rp25 Ribu/liter di Perbatasan
Samarinda - Harga bensin di wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia, yakni di Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur (Kaltim), mencapai Rp25 ribu per liter.

"Warga Apau Kayan, yang ada diempat kecamatan di Kabupaten Malinau harus membeli bensin seharga Rp25 ribu per liter," kata seorang tokoh masyarakat Apau Kayan, Baya Apoy di Samarinda, Kamis.

Pernyataan itu disampaikan saat melakukan unjuk rasa bersama puluhan pelajar dan mahasiswa serta tokoh masyarakat dari empat kecamatan yang berbatasan langsung dengan Malaysia di depan Kantor Gubernur Kaltim.

Kondisi tersebut sudah lama berlangsung dan sampai saat ini masyarakat masih sangat kesulitan mendapat bensin. Harga bensin itu karena akses menuju ke perbatasan terbatas dan hanya bisa ditempuh dengan pesawat dari Samarinda ke bandara Long Ampung Malinau.

"Warga Apau Kayan diempat kecamatan di Kabupaten Malinau lebih banyak membeli berbagai kebutuhan pokok di wilayah Serawak, Malaysia karena aksesnya bisa ditempuh lewat jalur darat," katanya.

Jika menggunakan kendaraan (motor) perjalanan bisa ditempuh selama satu hari dan biaya yang dibutuhkan hanya Rp50 ribu.

"Tetapi, jika akan membeli kebutuhan pokok di Samarinda, warga harus menggunakan pesawat itupun hanya tiga kali seminggu dengan biaya Rp250 ribu. Jadi, sejak puluhan tahun kami (warga Apau Kayan) memilih berbelanja di Malaysia," kata Baya Apoy.

Baya Apoy yang merupakan mantan kepala desa di salah satu wilayah di perbataan Indonesia-Malaysia tersebut mengatakan, selain bensin berbagai kebutuhan pokok lainnya dibeli warga di Malaysia dengan harga mahal.

"Harga garam saja mencapai Rp20 ribu per bungkus yang beratnya hanya sekitar delapan ons dan harga gula pasir mencapai Rp25 ribu/Kg. Bahkan, minyak goreng harganya mencapai Rp90 ribu/Kg. Begitu juga dengan harga beras mencapai Rp150 ribu per 17 kilogram," katanya.

Namun, masyarakat tidak bisa berbuat banyak sebab akses ke Malaysia lebih mudah dan murah dibanding ke Samarinda, tambah tokoh masyarakat Apau Kayan itu.

Warga Apau Kayan yang umumnya bekerja sebagai petani lanjut dia juga sangat kesulitan berkomunikasi sebab belum ada jaringan telepon selular.

Untuk berkomunikasi, warga hanya menggunakan wartel (warung telekomunikasi) yang per menitnya Rp8.000.

"Jadi, kami meminta perhatian pemerintah agar segera membuka akses jalan dan menambah frekuensi penerbangan di wilayah perbatasan tersebut agar masyarakat disana juga bisa menikmati hidup layak seperti masyarakat di perkotaan," ujar Baya Apoy.

Dalam memenuhi kebutuhan sehari-sehari warga perbatasan di empat kecamatan yakni Kecamatan Sungai Boh, Kecamatan Kayan Selatan, Kayan Hulu dan Kayan Hilir itu kata Baya Apoy setiap sepekan berbondong-bondong ke Serawak Malaysia untuk membeli berbagai kebutuhan pokok.

Setiap pekan, warga pergi ke Serawak hanya untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dan tidak menjual berbagai hasil pertanian. Mereka berangkat dengan membawa mata uang Rupiah kemudian ditukarkan dalam mata uang Ringgit, Malaysia.

"Jadi, kami berharap pemerintah segera merealisasikan wacana tentang pembentukan Beranda Indonesia di wilayah perbatasan agar warga di sana juga bisa menikmati pembangunan dan tidak lagi harus ke Malaysia untuk membeli kebutuhan pokok," kata Baya Apoy.

Friday, February 11, 2011

Garuda Datangkan 11 Pesawat Baru

Garuda bekerja sama dengan RBS untuk mendatangkan 4 pesawat.

VIVAnews - PT Garuda Indonesia Tbk akan mendatangkan 11 pesawat baru dari Airbus dan Boeing tahun ini. Salah satunya dipenuhi dari kerja sama dengan RBS Aviation Capital dengan pengadaan empat pesawat Boeing 737-800 NG.

Dalam rilis Garuda disebutkan, dua pesawat telah terlebih dahulu diterima Garuda pada Juli 2010 dan Januari 2011. Sementara itu, dua pesawat lainnya akan diserahkan pada Mei dan Juli 2013 sebagai pengembangan dan peremajaan (fleet revitalization) armada Garuda.
Empat pesawat tersebut dilengkapi dengan “audio & video on demand (AVOD)” dan state–of–the–art entertainment pada setiap kursinya. Salah satu dari dua pesawat yang telah diterima Garuda tersebut didesain dengan livery Garuda lama era tahun 1960-an.

Direktur Utama Garuda, Emirsyah Satar, mengatakan pada 2015 Garuda akan mengoperasikan 153 pesawat terdiri atas B737-800NG, A330-300/200 dan B777-300ER dengan rata–rata umur pesawat hanya 4,4 tahun.

Chief Executive Officer (CEO) RBS Aviation Capital, Peter Barrett, mengatakan kerja sama itu pertama kalinya dilakukan di Indonesia. Pesawat baru itu langsung didatangkan dari pabriknya kepada Garuda. (art)

�